:: Berwisata ke Dieng

Sudah beberapa tahun ini, sejak Pak De Durrauf wafat, kami sekeluarga belum lagi mengunjungi desa Tieng, tempat asal Bapak Sobihin. Dulu setiap tahun kami wajib berkunjung ke tempat ini, bahkan ketika saya masih kecil, biasanya hari 1 sampai hari ke 3 selalu dihabiskan di Tieng. Sekarang, kebalikannya, orang-orang Tieng yang setiap tahunnya selalu berkunjung ke Ngadirejo.

Nah mumpung liburan kali ini agak panjang, ya kita gunakan kesempatan ini untuk pergi ke Tieng sekalian berwisata ke Dieng. Jalurnya lewat Jumprit, Sebajak, Tambi dan seterusnya. Lewat jalur ini lebih pendek dibandingkan lewat jalur Parakan-Wonosobo-Dieng, cuma medannya memang lebih berat, menanjak terus sejak berangkat dan pada beberapa bagian jalannya rusak dan sangat sempit, sehingga harus ekstra hati-hati. Alhamdulillah, sopirnya, Mas Narto, sudah sangat berpengalaman melalui medan ini.

Pemandangan sepanjang jalan sangat indah, ada kebon teh, tembakau, kobis, kentang dan lain-lain. Tapi sayang, kawasan ini sekarang sangat gersang, tanah gundul tampak di mana-mana, udaranya juga cukup menyengat, pepohonan yang tinggi juga sudah sangat jarang. Kita yang maunya cari tempat yang berhawa dingin, eh malah disuguhi dengan udara panas yang hampir tidak ada bedanya dengan Jakarta.

Di Dieng, pertama kita ke daerah di sekitar Telaga Warna dan Telaga Pengilon. Telaganya kayaknya semakin sempit dan gersang saja. Di Dieng eksploitasi lahan juga tak kalah gencarnya. Tanah-tanah di puncak gunung pun sudah diolah menjadi lahan kentang. Udaranya panas sekali.

warna Baca entri selengkapnya »

Komentar bertahan »

:: Ini Rumahnya Pak Muh Jahri

Beberapa waktu yang lalu, nama Temanggung sempat mencuat ke pentas nasional berkat perburuan Tim Densus 88 terhadap mereka yang disebut teroris dan tempat yang paling terkenal adalah rumah bapak Muh Jahri, yang sempat dibombardir puluhan jam dan disiarkan live oleh sebuah stasiun televisi.

jahri1 Baca entri selengkapnya »

Komentar bertahan »

:: Sedikit Oleh-oleh Dari Ngadirejo

Ada beberapa gambar yang sempat kita abadikan ketika pulang ke Ngadirejo kemarin. Gambar I adalah gambar Tugu Ngadirejo, landmark kota Ngadirejo, yang terletak di perempatan kota Ngadirejo. Tugu yang bentuknya mirip dengan Tugu Muda Semarang ini kalau tak salah dibangun pada pertengahan tahun 1970-an. Bentuknya masih seperti yang dulu.

tugu Baca entri selengkapnya »

Komentar (1) »

:: Idul Fitri 1430 H ini Tak Ada Halal Bihalal

Lebaran di Temanggung tahun ini agak berbeda dengan tahun-tahun yang lalu. Halal bihalal yang biasanya rutin diadakan, tahun ini libur dulu. Sebenarnya sih panitia lokal sudah membuat rencana, sesuai jadwal, tuan rumah tahun ini adalah Sdr. Haries Pramono, tetapi yang bersangkutan sedang sakit, bahkan sempat dirawat beberapa hari di RS Muhammadiyah Kalisat Temanggung. Sampai saat Idul Fitri tiba, meskipun sudah dibawa pulang ke rumah, juga belum pulih sepenuhnya. Mudah-mudahan allah SWT lekas memberikan kesehatan kepada Sdr. Haries, sehingga bisa melanjutkan aktifitasnya sehari-hari. Baca entri selengkapnya »

Komentar bertahan »

:: Innalillah, Bu Tinah Wafat

Hari Rabu, 2 September 2009 bertepatan dengan tanggal 12 Ramadhan 1430 H, salah seorang anggota keluarga kita, Bu Istinah wafat, setelah mengalami sakit beberapa lama. Beliau meninggal di rumah di Ngadirejo, setelah sebelumnya sempat dirawat di rumah sakit di Magelang beberapa hari. Diri kita, milik Allah, dan suatu saat semua kita akan dipanggil kembali kepada-Nya.

mas-is

Mudah-mudahan Amal ibadah selama beliau hidup diterima oleh Allah SWT. Dosa-dosanya diampuni oleh Allah SWT. Keluarga yang ditinggal,  Mas Ismudi dan keluarga mendapat ketabahan dan kesabaran dalam menerima musibah ini.

Komentar (2) »

:: Buku Baru : Qitmir Anjing yang Diberkahi

Alhamdulillah, kami telah berhasil menerbitkan sebuah buku terjemahan dengan judul “QITMIR ANJING YANG DIBERKAHI”.

buku Baca entri selengkapnya »

Komentar bertahan »

: : Pamit Dulu !

Mulai tanggal 10 Nopember ini, insyaallah saya pergi ke India selama dua bulan. Mudah-mudahan Umi bisa meng-update blog ini. Kabar dari mas-mas, mbak, adik-adik semuanya ditunggu.

Mohon doanya, mudah-mudahan Allah SWT memudahkan perjalanan saya tersebut. Juga keluarga yang saya tinggalkan.

Mudah-mudahan Allah SWT mempertemukan kita lagi, baik lewat online maupun pertemuan langsung.

Komentar (1) »

:: Mbah Kita Itu Visinya Jauh Lho !

Mbah Yudo, mbah kita tercinta itu, ternyata mempunyai visi yang sangat jauh dalam mendidik putra-putrinya. Seperti yang dituturkan oleh Pak de Murid kepada Sdr Haries, meskipun beliau bukan termasuk kalangan “the have”, beliau siap melakukan apa saja untuk pendidikan putra-putri beliau (ya orang tua kita semua). Baca entri selengkapnya »

Komentar (2) »

:: Booklet Silsilah Keluarga

Ada satu oleh-oleh  yang dibagikan oleh panitia Silaturahim XV kemarin, yaitu sebuah booklet kecil yang memuat daftar nama seluruh anggota keluarga besar Bani Judodiwirjo.

Jumlah total semua anggota, dari jaman Mbah sampai generasi ke-5 saat ini, adalah lebih dari 200 jiwa. Sementara jumlah yang masih hidup saat ini ada sekitar 146 jiwa, begitu menurut keterangan editor booklet itu (Sdr. Haries Pramono). Baca entri selengkapnya »

Komentar bertahan »

:: Simbah dan Shalat Lima Waktu

Untuk membiayai pendidikan putra-putrinya, selain menggarap sawah, Mbah Yudo juga berprofesi sebagai seorang kusir andong. Pada tahun-tahun beliau masih hidup, jumlah kendaraan bermotor masih sangat sedikit, maka moda transportasi yang menggunakan tenaga kuda ini masih banyak dipakai orang ketika mereka bepergian. Trayek yang diambil Mbah adalah jurusan Ngadirejo-Parakan pp. Baca entri selengkapnya »

Komentar (1) »