:: Sing Akur yo Nduk, Lhe… !

Sing akur tekan gedhe ya lhe...!

Sewaktu kecil, kita menjalani hidup bersama-masa. Senang dirasakan bersama, sedih pun ditanggung bersama. Setelah melalui perjalanan panjang dan berliku, masing-masing kita tumbuh dewasa dan mempunyai jalan hidup sendiri-sendiri. Baca entri selengkapnya »

Komentar (1) »

:: Tahu Lik Suprih

Rigen, alat untuk mencetak tahu

Desa Manggong, Ngadirejo, Temanggung, termasuk salah satu sentra penghasil tahu dan tempe terbaik di daerah Temanggung. Industri  tahu dan tempe di desa ini sudah berjalan selama beberapa puluh tahun, bahkan sudah berganti generasi. Baca entri selengkapnya »

Komentar (1) »

:: Pohon Jambu di depan Rumah Bapak Ngadirejo

Pohon jambu di kandang ayamDi depan rumah bapak, Pak Sobihin, di Manggong, Ngadirejo, Temanggung, tumbuh sebatang pohon jambu yang cukup rimbun dan tinggi. Buahnya selalu lebat dan tak pernah mengenal waktu. Buahnya juga besar-besar dan mulus, jarang sekali ada yang cacat atau dimakan ulat. Baca entri selengkapnya »

Komentar (1) »

:: Admin nampang

Sekali waktu admin sekeluarga pingin juga nampang di blog ini. Biar dikenal orang dan kalau ketemu di jalan bisa saling bertegur sapa. Tidak apa-apa kan ?

Keluarga

Komentar bertahan »

:: Semarak Lebaran di Temanggung

Halal bihalal XVII Bani Yudodiwiryo 2011

Suasana lebaran di Temanggung tahun ini terbilang cukup istimewa dibandingkan dengan lebaran tahun-tahun sebelumnya.

Semua lapisan masyarakat, mulai dari petani, pedagang, buruh sektor angkutan, pegawai negeri, pengusaha jasa hiburan dan lain sebagainya menyambut lebaran tahun ini dengan suka cita.

Satu hal yang membuat lebaran tahun ini sangat berbeda tak lain adalah karena membaiknya harga tembakau yang pada bulan-bulan ini telah memasuki masa panen. Tanaman tembakau bapak, yang biasanya dihargai tak pernah lebih dari 4 juta rupiah, tahun ini dibeli dengan harga 9 juta rupiah, naik lebih dari 100 persen. Baca entri selengkapnya »

Komentar (1) »

:: Bakso Uleg Temanggungan

Temanggung kaya dengan kuliner. Kalau pagi-pagi kita berjalan-jalan di daerah Ngadirejo misalnya, maka kita akan mudah mendapatkan makanan untuk sarapan pagi, kita akan bisa mendapatkan sego gono, bubur gurih dengan lauk sayur tahu, empis-empis tempe atau “endog’. Kita bisa juga makan ketan yang ditaburi bubuk kedelai, kelapa dan ditambah kinca. Pokoknya mantap deh!


Baca entri selengkapnya »

Komentar (2) »

:: Curug Sewu

Kalau Idul Fitri tahun 1430 H lalu, kami sekeluarga bisa jalan-jalan ke Dieng. maka pada lebaran kali ini((12/09/2010), kami sekeluarga minus mamahnya anaka-anak punya kesempatan untuk jalan-jalan ke Curug Sewu di Kabupaten Kendal.

Baca entri selengkapnya »

Komentar bertahan »

:: Alhamdulillah, Umi Melahirkan

Beberapa hari setelah halal bi halal Idul Fitri 1431 H ini, anggota keluarga besar Bani Yudhodiwiryo bertambah 1 lagi, jadi kini jumlah seluruhnya adalah 149 jiwa. Tambahan jiwa ini terjadi karena pada tanggal 19 September 2010  jam 02.15 Umi, putri bapak Sobihin, telah melahirkan seorang bayi lelaki di desa Manggong Ngadirejo.

Sebenarnya semua berharap Umi dapat melahirkan lebih maju lagi, karena pada saat itu semua masih berkumpul, ada Nur Rohmah dan Mbak Zinatul Hayati dari Kalimantan, juga ada saya sendiri, Aljohan dari Jakarta.

Dengan tambahan 1 jiwa ini berarti Dira telah mempunyai seorang adik bayi. Mudah-mudahan dia dapat belajar menyayangi dan berbagi dengan adiknya .

Kakak Dira

Mudah-mudahan, bayi yang lahir di bulan Syawal ini, tumbuh dan berkembang menjadi seorang yang saleh, yang selalu menjunjung tinggi ajaran agama yang dibawa oleh baginda Rasullah SAW.

Komentar (1) »

:: Halal Bi Halal XVI

Alhamdulillah, halal bi halal keluarga besar Bani Yudhodiwiryo XVI kembali dapat dilaksanakan pada tahun 2010 ini. Tahun 2009 lalu, halal bi halal ini sempat absen karena berbagai hal.

Baca entri selengkapnya »

Komentar bertahan »

:: Berwisata ke Dieng

Sudah beberapa tahun ini, sejak Pak De Durrauf wafat, kami sekeluarga belum lagi mengunjungi desa Tieng, tempat asal Bapak Sobihin. Dulu setiap tahun kami wajib berkunjung ke tempat ini, bahkan ketika saya masih kecil, biasanya hari 1 sampai hari ke 3 selalu dihabiskan di Tieng. Sekarang, kebalikannya, orang-orang Tieng yang setiap tahunnya selalu berkunjung ke Ngadirejo.

Nah mumpung liburan kali ini agak panjang, ya kita gunakan kesempatan ini untuk pergi ke Tieng sekalian berwisata ke Dieng. Jalurnya lewat Jumprit, Sebajak, Tambi dan seterusnya. Lewat jalur ini lebih pendek dibandingkan lewat jalur Parakan-Wonosobo-Dieng, cuma medannya memang lebih berat, menanjak terus sejak berangkat dan pada beberapa bagian jalannya rusak dan sangat sempit, sehingga harus ekstra hati-hati. Alhamdulillah, sopirnya, Mas Narto, sudah sangat berpengalaman melalui medan ini.

Pemandangan sepanjang jalan sangat indah, ada kebon teh, tembakau, kobis, kentang dan lain-lain. Tapi sayang, kawasan ini sekarang sangat gersang, tanah gundul tampak di mana-mana, udaranya juga cukup menyengat, pepohonan yang tinggi juga sudah sangat jarang. Kita yang maunya cari tempat yang berhawa dingin, eh malah disuguhi dengan udara panas yang hampir tidak ada bedanya dengan Jakarta.

Di Dieng, pertama kita ke daerah di sekitar Telaga Warna dan Telaga Pengilon. Telaganya kayaknya semakin sempit dan gersang saja. Di Dieng eksploitasi lahan juga tak kalah gencarnya. Tanah-tanah di puncak gunung pun sudah diolah menjadi lahan kentang. Udaranya panas sekali.

warna Baca entri selengkapnya »

Komentar (1) »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.