27 September, 2009
· Disimpan dalam Uncategorized · Tagged candi arjuna, dieng, dieng theatre, sekidang, tabmbi, telaga pengilon, telaga warna
Sudah beberapa tahun ini, sejak Pak De Durrauf wafat, kami sekeluarga belum lagi mengunjungi desa Tieng, tempat asal Bapak Sobihin. Dulu setiap tahun kami wajib berkunjung ke tempat ini, bahkan ketika saya masih kecil, biasanya hari 1 sampai hari ke 3 selalu dihabiskan di Tieng. Sekarang, kebalikannya, orang-orang Tieng yang setiap tahunnya selalu berkunjung ke Ngadirejo.
Nah mumpung liburan kali ini agak panjang, ya kita gunakan kesempatan ini untuk pergi ke Tieng sekalian berwisata ke Dieng. Jalurnya lewat Jumprit, Sebajak, Tambi dan seterusnya. Lewat jalur ini lebih pendek dibandingkan lewat jalur Parakan-Wonosobo-Dieng, cuma medannya memang lebih berat, menanjak terus sejak berangkat dan pada beberapa bagian jalannya rusak dan sangat sempit, sehingga harus ekstra hati-hati. Alhamdulillah, sopirnya, Mas Narto, sudah sangat berpengalaman melalui medan ini.
Pemandangan sepanjang jalan sangat indah, ada kebon teh, tembakau, kobis, kentang dan lain-lain. Tapi sayang, kawasan ini sekarang sangat gersang, tanah gundul tampak di mana-mana, udaranya juga cukup menyengat, pepohonan yang tinggi juga sudah sangat jarang. Kita yang maunya cari tempat yang berhawa dingin, eh malah disuguhi dengan udara panas yang hampir tidak ada bedanya dengan Jakarta.
Di Dieng, pertama kita ke daerah di sekitar Telaga Warna dan Telaga Pengilon. Telaganya kayaknya semakin sempit dan gersang saja. Di Dieng eksploitasi lahan juga tak kalah gencarnya. Tanah-tanah di puncak gunung pun sudah diolah menjadi lahan kentang. Udaranya panas sekali.
Baca entri selengkapnya »
27 September, 2009
· Disimpan dalam Uncategorized · Tagged beji. kedu, densus 88, muh jahri, temanggung, teroris
Beberapa waktu yang lalu, nama Temanggung sempat mencuat ke pentas nasional berkat perburuan Tim Densus 88 terhadap mereka yang disebut teroris dan tempat yang paling terkenal adalah rumah bapak Muh Jahri, yang sempat dibombardir puluhan jam dan disiarkan live oleh sebuah stasiun televisi.
Baca entri selengkapnya »
26 September, 2009
· Disimpan dalam Uncategorized · Tagged dokar, masjid mujahidin, ngadirejo, pasar adi winangun, tugu
Ada beberapa gambar yang sempat kita abadikan ketika pulang ke Ngadirejo kemarin. Gambar I adalah gambar Tugu Ngadirejo, landmark kota Ngadirejo, yang terletak di perempatan kota Ngadirejo. Tugu yang bentuknya mirip dengan Tugu Muda Semarang ini kalau tak salah dibangun pada pertengahan tahun 1970-an. Bentuknya masih seperti yang dulu.
Baca entri selengkapnya »
26 September, 2009
· Disimpan dalam Uncategorized
Lebaran di Temanggung tahun ini agak berbeda dengan tahun-tahun yang lalu. Halal bihalal yang biasanya rutin diadakan, tahun ini libur dulu. Sebenarnya sih panitia lokal sudah membuat rencana, sesuai jadwal, tuan rumah tahun ini adalah Sdr. Haries Pramono, tetapi yang bersangkutan sedang sakit, bahkan sempat dirawat beberapa hari di RS Muhammadiyah Kalisat Temanggung. Sampai saat Idul Fitri tiba, meskipun sudah dibawa pulang ke rumah, juga belum pulih sepenuhnya. Mudah-mudahan allah SWT lekas memberikan kesehatan kepada Sdr. Haries, sehingga bisa melanjutkan aktifitasnya sehari-hari. Baca entri selengkapnya »
4 September, 2009
· Disimpan dalam Uncategorized · Tagged bu tinah, ngadirejo, wafat
Hari Rabu, 2 September 2009 bertepatan dengan tanggal 12 Ramadhan 1430 H, salah seorang anggota keluarga kita, Bu Istinah wafat, setelah mengalami sakit beberapa lama. Beliau meninggal di rumah di Ngadirejo, setelah sebelumnya sempat dirawat di rumah sakit di Magelang beberapa hari. Diri kita, milik Allah, dan suatu saat semua kita akan dipanggil kembali kepada-Nya.

Mudah-mudahan Amal ibadah selama beliau hidup diterima oleh Allah SWT. Dosa-dosanya diampuni oleh Allah SWT. Keluarga yang ditinggal, Mas Ismudi dan keluarga mendapat ketabahan dan kesabaran dalam menerima musibah ini.
27 Juni, 2009
· Disimpan dalam Uncategorized · Tagged buku baru, islamic story, kisah hewan, kisah islami, qitmir
Alhamdulillah, kami telah berhasil menerbitkan sebuah buku terjemahan dengan judul “QITMIR ANJING YANG DIBERKAHI”.
Baca entri selengkapnya »
6 November, 2008
· Disimpan dalam Uncategorized
Mulai tanggal 10 Nopember ini, insyaallah saya pergi ke India selama dua bulan. Mudah-mudahan Umi bisa meng-update blog ini. Kabar dari mas-mas, mbak, adik-adik semuanya ditunggu.
Mohon doanya, mudah-mudahan Allah SWT memudahkan perjalanan saya tersebut. Juga keluarga yang saya tinggalkan.
Mudah-mudahan Allah SWT mempertemukan kita lagi, baik lewat online maupun pertemuan langsung.
30 Oktober, 2008
· Disimpan dalam Uncategorized · Tagged judodiwirjo, mbah yudo, ngadirejo, parakan, temanggung
Mbah Yudo, mbah kita tercinta itu, ternyata mempunyai visi yang sangat jauh dalam mendidik putra-putrinya. Seperti yang dituturkan oleh Pak de Murid kepada Sdr Haries, meskipun beliau bukan termasuk kalangan “the have”, beliau siap melakukan apa saja untuk pendidikan putra-putri beliau (ya orang tua kita semua). Baca entri selengkapnya »
22 Oktober, 2008
· Disimpan dalam Uncategorized · Tagged bani yudo, judodiwirjo, ngadirejo, parakan, silsilah
Ada satu oleh-oleh yang dibagikan oleh panitia Silaturahim XV kemarin, yaitu sebuah booklet kecil yang memuat daftar nama seluruh anggota keluarga besar Bani Judodiwirjo.
Jumlah total semua anggota, dari jaman Mbah sampai generasi ke-5 saat ini, adalah lebih dari 200 jiwa. Sementara jumlah yang masih hidup saat ini ada sekitar 146 jiwa, begitu menurut keterangan editor booklet itu (Sdr. Haries Pramono). Baca entri selengkapnya »
22 Oktober, 2008
· Disimpan dalam Uncategorized · Tagged andong, judodiwirjo, kali galeh, karang senen, kemalangan, kusir, mbah yudo, ngadirejo, parakan
Untuk membiayai pendidikan putra-putrinya, selain menggarap sawah, Mbah Yudo juga berprofesi sebagai seorang kusir andong. Pada tahun-tahun beliau masih hidup, jumlah kendaraan bermotor masih sangat sedikit, maka moda transportasi yang menggunakan tenaga kuda ini masih banyak dipakai orang ketika mereka bepergian. Trayek yang diambil Mbah adalah jurusan Ngadirejo-Parakan pp. Baca entri selengkapnya »